KMPA "GANESHA" ITB

Materi Hauling

Pada hari Sabtu, 30 April 2012, kami Gladi Lanjut subdivisi Gunung Hutan melakukan latihan high-angle rescue. Latihan kami lakukan di kampus, tepatnya di atas tangga menuju tunnel dekat sunken court. GL-GH yang mengikuti latihan pada hari itu adalah Diwang, Fajar, Indah dengan ditambah Okie (GL-Caving). Latihan berlangsung dari pagi hingga sore.

Latihan high-angle rescue dilakukan dengan menggunakan teknik hauling. Teknik hauling adalah sebuah teknik/instalasi dari N-system yang digunakan untuk menarik korban keatas dalam rescue, atau memindahkan korban ke tempat lebih tinggi. Teknik ini dapat pula digunakan untuk mengangkat barang yang berat. Alat-alat yang digunakan dalam pembuatan N-system untuk instalasi hauling ini terdiri dari 2 tali statis(untuk memenuhi safety procedure) sepanjang 50 meter atau lebih, Pulley, Tandem, Karabiner, Ascender(Jumar,Basic), Webbing, Sling, Harnes,dan  Gri-gri.

Pertama-tama kita buat tambatan utama pada salah satu sisi dengan webbing dan karabiner, kemudian kita juga menambahkan tambatan lain sebagai back-up di sebelahnya. Tambatan tersebut dibuat dengan tali yang telah disimpul delapan terlebih dahulu. Kemudian tali ditarik hingga sisi satunya lagi untuk dibuat N-systemnya. Untuk membuat N-system, tali di hubungkan dengan tambatan yang kemudian disimpul italian hitch atau dapat juga dihubungkan dengan 2 karabiner dan dijepit dengan 1 karabiner lain yang mana kedua cara tersebut digunakan untuk mengunci tali. Selanjutnya tali disambungkan ke tandem yang dihubungkan ke basic dengan karabiner, kemdian tali dari tandem tersebut dimasukkan ke pulley, yang mana pulley tersebut digunakan untuk membelokkan arah penarikan. Setelah itu tali ditarik sekuat-kuatnya guna lebih menegangkan tali utama. Penarikan dilakukan oleh beberapa orang,layaknya tarik tambang. Pada pertengahan proses penarikan, tiba-tiba tali utama sobek. Kami pun menghentikan penarikan, dan berusaha melepas system. Setelah system lepas, kami membuat N-system lagi pada bagian tali yang tidak sobek. Setelah N-system dibuat lagi, tali ditarik hingga tegang, kemudian beberapa alat yaitu tandem, pulley dilepas. Selesailah pembuatan N-system.

Selanjutnya adalah penerapan teknik hauling, pertama-tama kita menyambung tali dengan gri-gri ke tambatan utama yang pada awal telah dibuat, kemudian tali dihubungkan pada korban yang telah dipakaikan harnes. Tali dihubungkan ke harnes dengan menggunakan basic yang terpasang pada tali utama,kemudian dengan karabiner, dan sling. Sisi tali lainnya digunakan untuk menarik korban. Apabila ingin meringankan beban menarik,dapat dibuat N-system sederhana.

Berikutnya adalah proses rescue, korban diangkat dengan cara menarik tali yang sudah terinstalasi tadi sampai korban sampai di atas.

Mulailah kami menarik korban yang pada saat itu dimodelkan oleh Kak Dinda. Namun pada saat ditengah-tengah penarikan, sling yang menghubungkan korban dengan karabiner pada tali lepas, hingga Kak Dinda terjatuh ke bawah dari ketinggian ±2 meter. Seketika latihan kami hentikan. Kami menghampiri Kak Dinda yang pada saat itu terlihat kesakitan pada bagian tulang duduknya dan selanjutnya memindahkannya ke posisi yang lebih nyaman. Setelah itu,kami mulai merapikan alat-alat. Berikutnya kami lanjutkan dengan evaluasi latihan hari itu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>